My Top 5 Anime/Manga

Warning: List ini mungkin sangat bias karena sangat subjektif.

Viewer discretion advised.
5. Miyo Tokai no Sora Akete

Tentu saja anime ini berada di dalam list saya karena petualangannya yang menegangkan dan perjuangan antara 3 sahabat yang tidak pernah putus.

4. Nasreddin

Manga ini mengajarkan kita akan hal-hal bijak dengan lelucon yang halus dan penggunaan kata-kata yang sangat sarkastik. Tetapi karena visualisasi yang kurang satisfying, manga ini saya posisikan di nomor 4.

Sorry no link lol
3. Cinta Fitri

Anime ini merupakan anime favorit para femina PKK yang selalu kalah arisan. Anime ini menceritakan Fitri yang cintanya tidak pernah selesai, hingga di season selanjutnya Fitri sendiri irrelevan dengan alur ceritanya.

2. Naruto

Anime ini masuk peringkat nomor dua karena ceritanya yang seru dan saking serunya hingga season 1 diulang berkali-kali di Global TV, mungkin karena banyaknya permintaan. Naruto berkisah tentang nekomimi yang suka makan mie ayam yang dikutuk menjadi Swiper yg ekornya kelebihan.

(Kau tahu animenya, no link hehe)
1. Kera Sakti

Tentu saja anime nomor satu diduduki oleh Sun Go Kong, babi, biksu, dan kawan-kawannya. Animasi yang sangat sophisticated dan unik, serta aksi yang tidak disangka-sangka. Liar, nakal, brutal, kera sakti membuat semua orang menjadi gempar. Kera sakti tak pernah berhenti bertindak sesuka hati, namun ia mampu menjadi pengawal, mencari kitab suci.

Thank you for reading, semoga kalian dapat menikmati anime/manga itu hehe

The Right of Being Mad

I can’t be mad
Is it because I’m sad?
Is it really that bad?
It need something to add

Everytime I want to blow up
My head covers the cup
Sounds like a pup
That only needs a rub

I don’t have the right to be furious
Never thought it would be this serious
Maybe this is nauseous
But it feels self-righteous

At home? No, my family will hate me
At workplace? My boss will fire me
At park? It is not a right place to be
At my mind? Probably it will kill me

Slowly
Deeply
Continuously
Cruelly

I am crazy
And lazy
And hazy
Never cozy

I keep holding back each time
I feel my rage is crossing the line
And then I run and decline
Every made-up thought that I design

I want to punch them in the face
And every place
But that is not the case
I just need a space

A space where I will be free
From this cancer and malady
I only can cry internally
Where no one can blatantly see

Underappreciated

Pernahkah Anda mengerjakan sesuatu yang berat, namun digaji rendah?

Pernahkah Anda melakukan sesuatu yang amat tinggi karat, namun pujian tiada?

Pernahkah Anda melakukan sesuatu dengan penuh niat, tapi apresiasipun tidak ada?

Sama.

Saya tidak pernah memamerkan kelebihan kepada orang lain. Karena bisa saja arogansi tinggi itu menyandari rasa percaya diri orang lain itu. Itu sebabnya saya bisa dibilang underappreciated. Full worker, budak, karyawan, office boy, tukang sampah, dan profesi-profesi lainnya, juga bernasib sama seperti saya, walau profesi saya bukan salah satu dari yang disebutkan. 

And that’s probably why I didn’t contribute something for people.

Komputer

Saya saat ini sedang berkuliah di bidang komputer. Saya diajari untuk berpikir seperti komputer, dengan hanya modal logika di kepala.

Dari situ saya berpikir, apa jadinya dunia ini jika semua manusia bertindak seperti komputer? Apakah semua akan teratur? Semua lebih tertata rapi?

Mungkin hal yang pertama kali kita sadari adalah mereka menjadi kaku. Mereka tidak punya abu-abu. Mereka hanya tahu benar dan salah. Tidak ada pertengahan. Andai kata ada pertengahan, mungkin ada tepat di tengah. Tiap-tiap informasi yang masuk memiliki nilai eksak.

Tidak memiliki hati. Tidak ada namanya simpati. Tidak ada teman. Semua bekerja sendiri. Memiliki kepentingan sendiri. Anda mati, Anda akan mati sendiri. Tidak ada yang mengurus jasad Anda. Orang-orang akan berjalan melewati mayat Anda yang sudah membusuk. Yang hanya ada di otak mereka hanyalah kerja, data, dan keluaran.

Sebaliknya, mereka jadi semakin tersistem, rapi, dan prosedural. Setiap ada perintah, mereka akan jalankan dengan ketelitian yang sangat tinggi. Tidak akan ada namanya keliru atau ceroboh.

Semua orang akan patuh terhadap perintah. Tanpa mempertanyakan setiap perintah yang diberikan, baik atau buruk, berimbas atau tidak, tidak peduli. Tidak ada perlawanan, revolusi, atau ketidakterimaan. Semua jalan.

Tentu saja untuk menjalankan semua manusia perlu seorang user yang berkuasa atas mereka. Orang yang menjadi dalang dari semua boneka yang terjajar di panggung. Orang di belakang layar yang tidak ada yang pernah mengenali, namun bertugas memberi cerita.

Inilah gambaran masyarakat kita sekarang. Setiap hal yang kita lihat di masyarakat, dan membuat kita berpikir ulang akan persepsi kita, sesungguhnya sudah ada yang mengatur. Siapa? Saya tidak tahu, dan begitu juga jutaan masyarakat Indonesia yang dengan polosnya menelan mentah-mentah setiap berita yang muncul di TV.